Seputar Kota dan Desa

Melihat sekitar kita (Kota dan Desa)

Kontroversi Seputar Pengisian Kekosongan Perangkat Desa

Desa adalah wilayah yang paling kecil, dari hierarki pemerintahan di negara kita. Desa di pimpin oleh seorang kepala desa yang dipilih secara langsung oleh warga desa setempat. Sehingga Kepala Desa mempunyai wewenang untuk menentukan kebijakan-kbijakannya sendiri tanpa harus melalui Camat, tetapi harus berdasar pada Peraturan Bupati (Perbup) setempat.

Salah satu Perbup yang mengganjal adalah pengisian Perangkat Desa atau Perdes. Dimana desa diberi kewenangan untuk membuat soal dan kunci jawaban melalui panitia Perdes bentukan Kades. Dan ini rawan terhadap penyimpangan.

Mari kita ikuti penelusuran penulis tentang kontroversi penerimaan Perdes.

1. Pembentukan panitia Perdes oleh Kades. Ini adalah kontroversi yang pertama. Bisa saja panitia tidak independen dan bisa di kendalikan oleh oknum kades. Dan ternyata bisa ditebak, kroni kades bisa mudah lolos. Harusnya diverifikasi dulu oleh paling tidak tim dari kecamatan.
2. Waktu antara pendaftaran sampai uian berlangsung. Sangat banyak kejadian janggal. Ada yang memberikan banderol 60-190 juta rupiah untuk satu formasi (tergantung posisinya). Perlu para juragan tahu bahwa, gaji perdes berupa bengkok/sawah. Kalau dirupiahkan dengan estimasi perbulan adalah; untuk jogoboyo, modin 4 juta rupiah/bulan; untuk kepala dusun bisa mencapai 5 juta rupiah perbulan; kaur bisa mencapai 6 juta rupih perbulan; sekdes non PNS bisa mencapai 10-15 juta rupiah perbulan (dengan catatan lahan/area pertanian di desa tersebut adalah lahan subur dan bisa panen 3X pertahun). Bayangkan dengan beban kerja yang terkesan asal (masuk kantor jam 9, pulang jam 11), dan tanpa kehalian khusus (modal tegas dan wibawa aja). Beban kerja berat hanya pada saat-saat tertentu saja. Bayarannya tinggi dan bisa disambi dengan usaha lain (jualan pupuk dsb.).
3. Pengumuman Peserta yang lolos. Biasanya diumumkan satu jam setelah seluruh peserta menyelesaikan soal soal ujian. Kejanggalan juga sudah tampak, tim korektor hanya menerima lembar jawaban peserta kemudian mencocokkan dengan kunci jawaban tanpa boleh melihat soal terlebih dahulu. Bisa saja jawaban benar, kalau lihat soal; tetapi salah kalau melihat kunci jawaban. Sebagai contoh soal: Sedia … sebelum hujan. Isikan kata yang kuran.. a. caping b. ember c. payung d. sabit. Kalau yang benar kan c. payung, tetapi kunci jawabane bisa saja a. caping. Aneh kan..makanya bisa saja sarjana nilainya 60, dan lulusan SLTP bisa 95.
4. Kasak kusuk yang terjadi adalah, kemungkinan panitia Perdes berdasarkan persetujuan Kades memperjualbelikan kunci jawaban (beberapa sumber yang penulis temui).
5. Setelah pengumuman disampaikan. Desa terjadi chaos, banyak beberapa pihak yang tidak puas. Apalagi yang mengisi formasi Perdes adalah anak atau saudara pejabat Pamong Desa (Kades, Sekdes, Kaur, Kadus atau malahan panitia Perdes sendiri). Di beberapa desa, ada Kades yang sampai menyewa aparat keamanan untuk berjaga-jaga dirumahnya sampai 2 bulan setelah pengumuman.
6. Banyak warga desa yang sudah merasa menyetor beberapa puluh juta kepada oknum, agar supaya jadi perdes. Tetapi tidak jadi, dan mereka melaporkan ke pihak yang berwenang. Tapi bukti tidak kuat, karena tidak ada yanda terima ataupun kwitansi. Rugi kan.
7. Bagi warga yang lolos Perdes, mereka masih ditarik uang kisaran 25-30 juta rupiah untuk Syukuran ( katanya begitu). Dan mereka masih ditarik lagi beberapa puluh juta untuk mendapatkan bengkok yang subur. Siapa yang paling banyak setorannya, dialah yang berhak atas lahan subur itu.

Itulah sedikit kontroversi yang terjadi, tentunya masih banyak cerita yang berkaitan dengan ini. Di bawah saja sudah begini, apalagi di kalangan atas. Wa Allohu a’lam bi showwab.

20 Januari 2010 - Posted by | Desa Aneh | , , , ,

2 Komentar »

  1. good article
    http://mobil88.wordpress.com

    Komentar oleh mobil88 | 21 Januari 2010 | Balas

    • Makasih pak. Makasih dah berkunjung.

      Komentar oleh desaobat | 21 Januari 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: